Archive for the ‘Ahlu Baiti’ Category

Jangan Marah dan Bagimu Surga

5 September 2007

BismillahirRahmanirRahiim,

Sahabatku,
Maaf jika tulisan ini asal comot judul dari majalah OASE milik LMI yang ada di kolom Ust. Rofi’ Munawar, Lc.

Sahabatku,
Marah memang memiliki dimensi yang unik. Marah adalah satu dari beberapa ekspresi manusia yang bekerja layaknya pisau. Bisa baik, bisa buruk. Tergantung siapa, kapan dan bagaimana menggunakannya. Marah akan menjadi baik jika dengan marah itu akan ada manfaat yang lebih besar.

Yang perlu kita perhatikan adalah seruan Rasulullah kepada kita untuk tidak marah. Bahkan sampai 3x. Kira-kira kenapa ya ?

Dulu ada teman yang menemui saya dengan wajah sedih. Dia bercerita, suatu siang yang panas, dia bertengkar dengan istrinya mengenai masalah yang sebenarnya sepele. Dia tidak suka istrinya bicara dengan suara lebih keras dari suaranya. Pertama dia marah dengan membentak istrinya, maklum lagi panas hawanya. Karena tidak ada yang mau mengalah, bahkan istrinya ikut marah juga. Akhirnya, HP yang kebetulan ada di sampingnya dia lempar. Hancur. Tambah panas, karena melihat HP-nya hancur. Mau menyesal, malu. Akhirnya dia tambah marah hingga akhirnya dia melakukan satu hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, menampar istri !

Dia sangat menyesal. HP melayang. Istrinya minta dipulangkan. Dia kini sendirian menyesali kesalahannya. Dia marah.

Lain kali, ada teman yang datang ke saya. Dia mengeluhkan salah satu karyawan seniornya yang sekarang suka bermalas-malasan. Tugasnya jarang ada yang beres. Dia bertanya, bagaimana ya caranya agar karyawan itu tahu bahwa dia bersalah. Saya sarankan agar dia memarahi karyawan tersebut. Kira-kira sebulan kemudian, dia datang dengan wajah sumringah. Dia bilang kalo karyawannya sudah kembali ‘bersinar’ seperti dahulu. Setelah dia tanyakan, karyawan tersebut sangat kaget karena belum pernah dimarahi bos-nya. Dia akhirnya introspeksi dan meningkatkan kinerjanya.

Sahabatku,
saya tidak menyarankan anda untuk marah atau tidak marah. Saya menyarankan agar anda mengenali siapa ‘kemarahan’ itu. Kendalikan dan manfaatkan !

Pengakuan

2 Agustus 2007

Bismillah,

Sahabat,
Siang ini, salah seorang dosen menunjukkan nilai-nilai yang kami dapatkan dalam satu semester ini, Alhamdulillah, saya termasuk yang mendapat nilai memuaskan. Jujur, saya sangat senang. Rasanya apa yang saya lakukan selama perkuliahan ini tidak percuma. Naif memang, karena kalo ditanya : emang kamu kuliah cari nilai apa ilmu ?, tentu saja ilmu itu yang ingin kita dapatkan, tapi manusiawi khan kalo nilai itu juga harus proporsional dengan ilmu yang didapatkan. Adalah menyakitkan jika nilai yang kita dapatkan ternyata lebih rendah dibandingkan teman kita yang secara empiris kurang mampu di bidang itu. Naif, yah… tapi manusiawi (hehehe… keluar egois-nya).
(more…)

Masa Kecil

1 Agustus 2007

Bismillah,

Sahabat,
di awal-awal tahun kemunculan saya di bumi ini, saya merasakan hidup yang bahagia. Paling tidak dari sudut pandang saya yang naive. Sepertinya, semua orang memberikan perhatian dan kasih sayang. Begitu saya nangis, huaaaa…., cepat-cepat saudara yang lain akan mencoba menenangkan dan mengalah…

Hingga tiba saatnya, adik saya terlahir ke dunia. Yah, sepertinya semua orang mencabut perhatian dan kasih sayang. Begitu saya nangis, hua…, cacian dan cubitan segera berhamburan mencoba menghentikan tangisan… ah, dunia !
(more…)

KELUARGA

12 Juli 2007

Mereka adalah keluarga saya, seorang lelaki yang ingin menjadi anak, suami dan ayah yang sholeh… Mari berbagi !