Mengenali dan Melejitkan Motivasi

BismillahirRahmanirRahiim,

Alhamdulillah kemarin ahad (24/6) saya bisa menghadiri profec timur yang mendatangkan Pak Jamil Azzaini dari kubik Leadership. Menarik dan menyentuh karena melibatkan juga kisah hidup dari Pak Jamil.

Inti dari inspirasi Pak Jamil adalah untuk mencapai kebahagiaan / kesuksesan, diperlukan motivasi yang tinggi. Itu semua InsyaAllah kita sudah paham. Memang diperlukan motivasi/niat yang lebih kuat untuk mendapatkan sesuatu yang lebih tinggi. Semacam innama ‘amalu bi niyyah, gitu lah :).

Nah, motivasi itu dirumuskan oleh beliau dengan rumus berikut :
M = TB x TH x V

TB = ToBe adalah keinginan yang kuat dari dalam diri untuk MENJADI entitas yang dicita-citakan.

TH = To Have adalah keinginan yang kuat dari dalam diri untuk MEMILIKI sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan dan kepuasan duniawi.

V = Valensi adalah bobot kematangan pribadi, kompetensi dan wise yang telah dibangun sebelumnya dan mengkristal dalam KUALITAS diri.

Sehingga, untuk meningkatkan motivasi kita maka yang ideal adalah dengan meningkatkan ToBe, ToHave dan Valensi kita secara bersamaan. ToBe bisa ditingkatkan dengan NLP, mind-programming, superBrain, de el el yang pada akhirnya nanti menjadikan kita begitu antusias untuk mengenali, menentukan dan meraih tujuan hidup kita.

ToHave bisa ditingkatkan dengan banyak melihat bagaimana ‘power’ orang kaya. Bagaimana gaya hidup mereka, daya beli dan daya investasi mereka, rumah mereka, sekolah anak mereka, de el el yang pada akhirnya nanti bisa membuat kita ‘ngiler’ dan berusaha lebih dari mereka.

Meningkatkan valensi, yang paling enak adalah dengan sering dekat dengan orang yang ber-valensi tinggi, istilah kerennya : wong sholeh kumpulono :). Dengan banyak dekat dengan orang sukses dan wise, maka secara otomatis kita akan ter-upgrade (tapi gak selalu lho) dan berusaha mendekati valensi beliau-nya. logikanya begitu… 🙂

Nah, perlu kita perhatikan juga bahwa rumus itu bagus untuk tujuan jangka pendek, namun buruk untuk tujuan jangka panjang. Benarkah ? Kenapa ?

Benar rumus itu akan menjadi buruk untuk tujuan jangka panjang jika kita tidak bisa mengendalikan ToHave kita. Orientasinya akan beralih kepada materi dan kesenangan duniawi. Semua akan diukur dengan imbalan materi yang diterima. Sehingga ToBe dan Valensi akan mengikuti ToHave. Sesuatu yang akan merugikan kita. Kenapa ?

Bisa kita contohkan gini, mas Thierry Henry yang dari Perancis kan baru dikontrak oleh Barcelona Spanyol dengan nilai 288M. Nah, jika Pak Arief Affandi dari Persebaya pengen agar maen di Persebaya di sini dengan anggaran gaji 100jeti perbulan, apa yang terjadi ? Tentu saja sulit sekali merealisasikannya, karena ngga sesuai sama valensi dari seorang thierry henry.

Dengan kata lain jika kita berorientasi pada peningkatan ToBe Valensi, ToBe Valensi, maka otomatis ToHave akan mengikuti saja… ngga perlu khawatir, sehingga apabila kita kerja di suatu perusahaan dengan gaji 10 juta per bulan, maka jika kita mampu untuk bekerja dengan nilai 100 juta, kita akan lakukan kerja bernilai 100 juta tersebut. Kenapa ? karena seleksi alam akan berlaku, valensi terbaik lah yang akan diburu (inget head-hunter).

Dan inilah rumus modifikasi yang InsyaAllah akan sangat bagus untuk tujuan jangka panjang :

M = TB x 1/TH x V

Kita coba untuk meminimalkan atau menghilangkan ToHave kita untuk mencapai motivasi murni yang tinggi. Jangan khawatir, ToHave itu akan otomatis dipenuhi jika ToBe dan Valensi kita tinggi.

Oke, mari berbagi dan berdiskusi !

Wassalamu’alaikum,

caktyk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: