Pendekatan Microsoft Solution Framework (MSF) sebagai Alternatif Solusi bagi Developer dalam Proses Penetapan Visi Perangkat Lunak

by : Tikno – 5106 201 807

Abstrak

Microsoft Solution Framework (MSF) sebagai salah satu pendekatan yang dipakai dalam proyek berbasis IT memberikan cara pandang baru dalam rekayasa perangkat lunak. Dalam studi kasus pembuatan system informasi perpustakaan masjid ITS dalam paper ini, akan dijelaskan secara singkat cara pandang MSF dalam memberikan solusi atas permasalahan yang pernah terjadi.

Pendahuluan

Permasalahan dalam paper ini merupakan studi kasus dari pembuatan system informasi perpustakaan di Masjid ITS. Sistem informasi ini dibuat oleh tim IT yang secara sukarela membuatkannya untuk perpustakaan Masjid ITS. Tim terdiri dari 3 (tiga) orang yang sudah berbagi peran dan tanggung jawab.

Satu orang bertindak sebagai system analis sekaligus sebagai pemimpn tim dan dua orang bertindak sebagai programmer yang melaksanakan koding. Karena dirasa cukup sederhana maka mereka memutuskan menggunakan model waterfall untuk menyelesaikan proyek ini. Dengan menggunakan model ini maka proses pembuatan system informasi ini direncanakan dapat selesai dalam waktu 2 minggu.

Hasilnya, system informasi ini memang sudah jadi dalam waktu 2 minggu, namun ada hal-hal yang menjadi permasalahan, misalkan operasional yang agak rumit sehingga sulit dipahami oleh operator yang tidak punya dasar pendidikan di bidang IT.

Proses kemudian diulang kembali ke perencanaan dan memberikan solusi atas masalah ini. Setelah testing selesai dan operator mudah menggunakannya, muncul masalah lainnya, yaitu database yang ada tidak dapat langsung dikonversi ke dalam system informasi yang telah dibuat. Ada perubahan tabel dan sebagainya yang diakibatkan oleh proses wawancara yang tidak dikonfirmasi ulang kepada pengelola perpustakaan lainnya.

Proses kemudian diulang kembali dan memberikan solusi atas masalah ini. Setelah berjalan beberapa lama, atas berbagai pertimbangan, software pengelola peminjaman dan pengembalian diinginkan agar dapat menggunakan system barcode. Masalah terjadi karena tim yang mengerjakan ini telah lulus dan tidak diketahui lagi posisi mereka.

Diharapkan agar tim baru tersebut tidak mengulangi lagi kesalahan yang dilakukan oleh tim pertama. Oleh karena itu digunakan pendekatan Microsoft Solution Framework (MSF) sebagai model dalam proses pembuatan system informasi yang baru. Dalam kasus ini, kami berfokus pada fase pertama saja, yaitu penetapan visi (envisioning) dari pembuatan perangkat lunak ini.

Tujuan

Dari paper ini diharapkan :
1. Ada cara pandang baru dalam menggunakan proses model moderen, dalam hal ini adalah MSF.
2. Menghasilkan contoh proses penetapan visi perangkat lunak yang baik

Uraian Metodologi Solusi

MSF adalah suatu pendekatan disiplin untuk proyek berbasis teknologi dalam mendefinisikan prinsip, model, disiplin, konsep, arahan dan pelaksanaan yang telah dibuktikan oleh Microsoft. Paper ini akan mengambil MSF dari sisi model proses yang digunakan dalam proyek perangkat lunak dan lebih khusus lagi dalam proses pengembangan perangkat lunaknya.

Secara umum model proses dari MSF digambarkan sebagai berikut :




Model yang digunakan di Microsoft dan pemakai MSF lainnya dimulai dari proses definisi visi. Fase ini mendefinisikan keinginan dan kebutuhan klien dan memberikan batasan yang jelas dan tegas terhadap scope / lingkup proyek yang akan dikerjakan dan parameter keberhasilan dari proyek ini. Fase ini dinyatakan selesai jika definisi-definisi tersebut disepakati oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Fase Perencanaan adalah fase yang menurunkan lingkup proyek yang disepakati menjadi rencana-rencana pelaksanaan dalam mensukseskan proyek tersebut. Dalam fase ini akan menghasilkan keluaran-keluaran, antara lain : Spesifikasi fungsional, Rencana manajamen resiko dan rencana induk proyek dan jadwal induk proyek.

Fase Pengembangan berbicara mengenai pengembangan koding dan infrastruktur yang diperlukan dalam penyelesaian proyek. Pada fase ini yang dihasilkan antara lain : kode sumber dan aplikasinya, skrip instalasi dan konfigurasinya, spesifikasi fungsional yang sudah tetap, elemen pendukung kinerja, spesifikasi pengujian dan kasus pengujian yang akan dilakukan.

Jika lingkup proyek telah selesai dikerjakan, maka masuk pada fase berikutnya yaitu fase Penstabilan yaitu fase yang melakukan pengujian akhir sebelum proyek ini dirilis kepada klien. Fokus pada fase ini terutama pada penemuan bug dan error yang mungkin terjadi dan mempersiapkan solusi untuk rilisnya. Keluaran dalam fase ini antara lain : rilis emas, catatan rilis, elemen pendukung kinerja, hasil tes dan tool yang digunakan, kode sumber dan aplikasi programnya, dokumen proyek dan review dari hasil-hasil yang telah dicapai.

Fase terakhir dari model ini adalah fase penerapan (deploying) yaitu fase yang memperhatikan secara mendalam mengenai penerapan teknologi inti dan komponen pendukungnya, menstabilkan dan mentransfer proyek ke bagian operasinal dan pendukungnya dan mendapatkan persetujuan akhir dari klien.Keluaran yang dihasilkan antara lain : informasi system dari operasional dan pendukungnya, prosedur dan prosesnya, dasar referensi dan catatan kerja selama proyek, dokumentasi final dari proyek, data kepuasan klien dan penjelasan langkah-langkah berikutnya.

FOKUS SOLUSI
Dari penjelasan singkat di atas, maka untuk fase Penetapan Visi dari proyek perangkat lunak dapat dijabarkan sebagai berikut :

A. Fase ini dikatakan berhasil apabila telah dicapai kesepakatan antara tim proyek dan klien mengenai semua arahan proyek, termasuk berkenaan dengan fasilitas yang menjadi bagian solusi atau tidak dan juga jadwal umum dari proyek.
B. Fokus dari masing-masing bagian dalam tim adalah sebagai berikut :

PERAN dan FOKUS
Manajemen Produksi
Tujuan umum, identifikasi kebutuhan konsumen, dokumen visi/lingkup

Manajemen Program
Desain tujuan, konsep solusi dan struktur proyek

Pengembangan
Prototipe, pilihan pengembangan dan teknologi, dan analisa kelayakan

Manajemen Pengguna
Kebutuhan kinerja dan implikasinya

Pengujian
Strategi pengujian, criteria penerimaan pengujian dan implikasinya

Manajemen Rilis
Implikasi penerapan, manajemen operasional dan system pendukungnya dan criteria penerimaan operasional.

C. Keluaran dari fase ini adalah :
– Dokumen visi / lingkup proyek
– Dokumen penilaian resiko
– Dokumen struktur proyek

Sehingga dalam kasus ini, maka menyatukan pandangan antara manajemen perpustakaan, petugas / operator dan tim proyek harus ditetapkan terlebih dahulu. Sedangkan dokumen keluaran bisa dibuat secara sederhana namun terdokumentasi dengan baik.

Proses ini bisa diawali dengan pertemuan dari semua pihak yang berkepentingan untuk menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan tim dalam melaksanakan proyek ini. Dokumentasi ini yang akan dijadikan dasar dalam fase selanjutnya.

Kesimpulan
Dalam studi kasus ini, kita bisa mendapatkan beberapa hal berikut ini :
1. MSF menjadi rujukan yang berguna bagi kita dalam rekayasa perangkat lunak. Dalam studi kasus ini focus dalam model proses yang digunakan dalam MSF menjadikan proses dalam pengerjaan proyek menjadi lebih sederhana.
2. Pada studi kasus ini, jika fase penetapan visi ini bisa dilakukan dengan baik dengan adanya keluaran-keluarannya maka fase selanjutnya akan lebih mudah dan kesalahan-kesalahan sebelumnya dapat diperbaiki.

Referensi
http://www.microsoft.com/msf

Iklan

4 Tanggapan to “Pendekatan Microsoft Solution Framework (MSF) sebagai Alternatif Solusi bagi Developer dalam Proses Penetapan Visi Perangkat Lunak”

  1. achedy Says:

    Terimakash ilmunya master.
    Saiki isih ana gebang apa wis pindahan 😀

  2. ATHI Says:

    saya mau kasih saran kepada anda tolong dilengkapi materinya.makasih ya .

  3. Hafid Says:

    Kurang lengkap tuh artikelnya,,, hehehehee jadinya saya ga bisa melengkapi tugas saya deh.. ^^p.
    Visit My Webs yoooo……

    Nice Blog_
    Thanks

  4. solusi Says:

    I love what you guys tend to be up too. This type of clever work and
    exposure! Keep up the wonderful works guys I’ve added you guys to my personal blogroll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: